SELAYANG PANDANG

Beberapa tahun kebelakang dengan adanya pembatasan kuota haji di tambah antusiasme masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji makin banyak, membuat antrian untuk mendapatkan PORSI HAJI harus menunggu lama,bahkan ada yang harus nunggu sampai puluhan tahun.

Dengan fenomena yang ada maka banyak dari masyarakat untuk beralih pada program umroh dan ternyata itupun tidak serta merta menjadi satu solusi karena yang sengaja berniat umroh pun begitu membludaknya sehingga PORSI HAJI tetap penuh dan antriannya pun semakin lama begitu pun dengan program umroh.

Potensi ini mulai banyak dilirik oleh para pengusaha khusus nya yang bergerak di bidang Biro perjalanan, Parawisata dan Travel serta para pengusaha baru yang mengambil peluang dan kesempatan ini.

Begitulah hidup dimana ada gula disitu ada semut,perusahaan perusahaan yang lama atau pun yang baru mulai bersaing,adu fasilitas,promo,biaya,program dan plus plus lainnya sehingga hal itu membuat pasar umroh semakin ramai.

Namun sangat disayangkan kenapa selalu ada OKNUM yang sedikit atau pun banyak selalu bertinggkah dengan cara kotor bahkan mengarah kepada yang haram dengan berbagai cara,modus dan program serta marketing plannya, karakter OKNUMnya keluar yang berakibat para calon jamaah umroh/haji khusus banyak yang terbengkalai sampai dengan yang tertipu alias tidak jadi berangkat umroh, uang pun lenyap,na’uudzubillahimindzalik

Dan sekarang hal hal di atas sudah mulai di benahi oleh pihak berwenang dalam hal ini kemenag RI dan di dukung oleh para Biro umroh bersih dan asosiasinya dengan mengeluarkan beberapa perundang-undangan,aturan,regulasi dan segala sesuatunya terkait perjalanan ibadah umroh dan haji khusus.

Salah satunya BB tour travel atau mungkin satu satunya yang akan berkomitment untuk menjadi perusahaan tour travel yang menjalankan regulasi PPIU yang sah dan benar.

SAAT NYA BILANG……I’M COMING……

“Yaa Alloh….. Yaa Robbana…..ampuni kami serta anugrahkanlah kepada kami agar menjadi

PELAYAN Tamu-Tamu Mu dan Rosululloh SAW yang diberkahi…aamiin”